Purbaya Mendadak Dicopot, 350 Pejabat Kemenkeu dan Pergantian Suahasil Jadi Sorotan
JAKARTA — Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara mendadak pada Senin, 14 September 2026, mengejutkan publik. Baru sekitar setahun memegang kendali Kementerian Keuangan, Purbaya dicopot Presiden Prabowo Subianto dan digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Pergantian itu terjadi ketika Purbaya masih menjalankan agenda resmi membahas RAPBN 2027 bersama DPD RI. Sehari setelahnya, Purbaya mengungkap bahwa perombakan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi salah satu hal yang berkaitan dengan pencopotannya.
Di tengah munculnya berbagai laporan mengenai dinamika internal Kementerian Keuangan, pemerintah belum menyampaikan satu penjelasan resmi yang merangkum seluruh faktor di balik pergantian tersebut.
Purbaya Dicopot Saat Sedang Membahas RAPBN 2027
![]() |
| Purbaya Mendadak Dicopot, 350 Pejabat Kemenkeu dan Pergantian Suahasil Jadi Sorotan |
Pada Senin, 14 September 2026, Purbaya masih menghadiri agenda pembahasan RAPBN 2027 bersama Komite IV DPD RI. Agenda tersebut kemudian ditinggalkannya setelah mendapat informasi mengenai perubahan posisi Menteri Keuangan.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru.
Dengan pelantikan tersebut, Suahasil mengambil alih posisi yang sebelumnya dipegang Purbaya sejak September 2025.
Momen pergantian tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika pembahasan anggaran negara untuk tahun berikutnya masih berlangsung.
Purbaya Ungkap Rombak Pejabat Kemenkeu Ikut Berkaitan
Sehari setelah pencopotan, Purbaya memberikan keterangan yang kembali membuat publik bertanya-tanya.
Ia mengakui bahwa perombakan pejabat Kementerian Keuangan yang dilakukannya beberapa hari sebelum pencopotan memang menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan pergantian dirinya.
“Sebagian ada,” kata Purbaya ketika ditanya apakah perombakan pejabat menjadi alasan pencopotannya.
Perombakan tersebut dilakukan pada 10 September 2026 dan mencakup sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Purbaya sendiri menyatakan bahwa pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden dan ia menerima keputusan tersebut.
Pernyataan ini penting karena menjadi salah satu keterangan langsung dari Purbaya mengenai apa yang terjadi menjelang pencopotannya.
Ada Polemik di Balik Perombakan Pejabat?
Perombakan pejabat Kementerian Keuangan kemudian menjadi bagian penting dalam pemberitaan mengenai pergantian Purbaya.
Reuters melaporkan adanya ketegangan terkait perubahan personel, terutama di lingkungan pajak serta bea dan cukai. Laporan tersebut menyebut adanya keberatan dari sejumlah pejabat mengenai proses perombakan tersebut.
Namun, laporan mengenai dinamika internal tersebut perlu dibaca sesuai konteks sumbernya.
Tidak semua pihak yang disebut dalam pemberitaan mengakui adanya konflik.
Karena itu, hubungan antara perombakan pejabat dan pencopotan Purbaya sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai satu-satunya penyebab.
Yang sudah dikonfirmasi adalah Purbaya sendiri menyatakan bahwa perombakan tersebut “sebagian” berkaitan dengan pencopotannya.
Ratusan Pejabat Jadi Titik Perhatian
Perombakan yang dilakukan Purbaya beberapa hari sebelum dirinya dicopot mencakup berbagai jenjang jabatan.
Perubahan tersebut menyentuh pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, hingga pejabat pada unit organisasi non-eselon.
Sebagian besar sorotan kemudian mengarah pada lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Belakangan, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto juga disebut meminta agar sebagian perombakan pejabat di lingkungan DJP ditunda karena terdapat nama yang dinilai belum mengikuti prosedur talent management DJP.
Perkembangan tersebut menambah perhatian terhadap keberlanjutan keputusan-keputusan kepegawaian yang dibuat pada akhir masa jabatan Purbaya.
Suahasil Nazara Langsung Hadapi Tantangan Besar
Setelah menggantikan Purbaya, Suahasil Nazara langsung menghadapi sejumlah pekerjaan penting.
Ia harus melanjutkan pembahasan APBN, menjaga penerimaan negara, mengendalikan belanja, serta memastikan kredibilitas fiskal tetap terjaga.
Saat dilantik, Suahasil mengatakan mendapat arahan dari Presiden Prabowo untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Ia juga menegaskan komitmen menjaga defisit APBN sesuai batas 3 persen dari PDB.
Suahasil bukan figur baru di Kementerian Keuangan.
Sebelum menjadi Menteri Keuangan, ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang dalam kebijakan fiskal.
Pergantian Terjadi Saat Ekonomi Menjadi Sorotan
Pergantian Menteri Keuangan berlangsung ketika pemerintah menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan fiskal.
Pemerintah harus menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan disiplin anggaran.
Pada masa Purbaya, pemerintah menjalankan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan likuiditas dan aktivitas ekonomi. Salah satu yang mendapat perhatian besar adalah penempatan dana pemerintah di perbankan.
Di sisi lain, Reuters melaporkan bahwa periode Purbaya juga diwarnai kekhawatiran mengenai defisit fiskal dan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi.
Situasi tersebut membuat pergantian Menteri Keuangan bukan sekadar perubahan nama dalam kabinet.
Perubahan tersebut berkaitan langsung dengan arah pengelolaan keuangan negara.
Purbaya Mengaku Sudah Menduga
Purbaya juga mengungkap bahwa dirinya sebenarnya sudah memperkirakan kemungkinan akan diganti.
Ia menyebut peluang tersebut sebelumnya berada pada posisi “50:50”.
Namun, ia baru benar-benar mengetahui keputusan tersebut ketika mendapat telepon dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Purbaya kemudian mengaku kecewa dengan keputusan tersebut.
Meski demikian, ia mengatakan tetap menerima keputusan Presiden.
Setelah tidak lagi menjadi Menteri Keuangan, Purbaya menyatakan tidak berencana kembali menjadi menteri dalam waktu dekat.
Apa yang Akan Terjadi pada Kebijakan Purbaya?
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana nasib kebijakan-kebijakan yang sebelumnya dibuat Purbaya.
Apakah akan diteruskan?
Apakah akan dievaluasi?
Atau apakah sebagian keputusan akan dibatalkan?
Jawabannya mulai terlihat dari langkah awal Suahasil.
Salah satu perhatian adalah keputusan mengenai perombakan pejabat Kementerian Keuangan yang dilakukan menjelang pergantian menteri.
Perubahan tersebut berpotensi ditinjau kembali karena Menteri Keuangan baru memiliki kewenangan untuk mengevaluasi struktur dan penempatan pejabat di kementeriannya.
Rapat yang Ditinggalkan Purbaya Kini Dilanjutkan Suahasil
Salah satu simbol pergantian tersebut terlihat pada Rabu, 16 September 2026.
Suahasil menghadiri Sidang Paripurna DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan.
Agenda tersebut merupakan kelanjutan dari rapat yang sebelumnya dihadiri Purbaya pada 14 September, sebelum ia meninggalkan agenda tersebut di tengah proses pergantian jabatan.
Dengan demikian, hanya dalam hitungan hari, forum yang sebelumnya dihadiri Purbaya kini sudah dihadiri Menteri Keuangan baru.
Suahasil Mulai Bekerja di Istana
Pada hari yang sama, Suahasil juga mulai mengikuti agenda pemerintahan sebagai Menteri Keuangan.
Ia menghadiri rapat terbatas di Istana setelah dilantik menggantikan Purbaya.
Pergantian yang berlangsung cepat tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan tidak memberikan waktu panjang bagi transisi.
Tugas kementerian harus tetap berjalan meskipun terjadi perubahan di tingkat pimpinan.
Pertanyaan yang Masih Menunggu Jawaban
Pergantian Purbaya meninggalkan sejumlah pertanyaan.
Mengapa pergantian dilakukan ketika Purbaya masih membahas RAPBN 2027?
Seberapa besar perombakan pejabat Kementerian Keuangan memengaruhi keputusan Presiden?
Apakah kebijakan perombakan pejabat akan dilanjutkan?
Bagaimana nasib pejabat yang sudah mendapatkan surat keputusan?
Dan apakah pergantian Menteri Keuangan akan membawa perubahan lebih besar terhadap arah kebijakan fiskal?
Sebagian pertanyaan tersebut belum mendapatkan jawaban lengkap.
Pemerintah sejauh ini menekankan bahwa pergantian menteri merupakan kewenangan Presiden. Purbaya sendiri juga mengakui bahwa keputusan tersebut berada dalam kewenangan Presiden.
Babak Baru Setelah Purbaya
Purbaya kini menjadi mantan Menteri Keuangan.
Suahasil Nazara telah mengambil alih kursi tersebut.
Namun, perhatian publik belum berhenti pada pergantian nama.
Justru pekerjaan sebenarnya baru dimulai.
Suahasil harus memastikan APBN tetap berjalan, menjaga kredibilitas fiskal, mengelola penerimaan negara, dan melanjutkan berbagai program pemerintah.
Pada saat yang sama, ia harus menghadapi persoalan internal Kementerian Keuangan yang muncul menjelang pergantian tersebut.
Pergantian menteri dapat berlangsung dalam hitungan jam.
Namun, membangun kesinambungan kebijakan membutuhkan waktu lebih panjang.
Penutup
Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan pada 14 September 2026 menjadi salah satu pergantian kabinet yang paling banyak diperbincangkan.
Purbaya baru sekitar satu tahun menjabat ketika digantikan Suahasil Nazara.
Yang membuatnya semakin menarik adalah pengakuan Purbaya bahwa perombakan pejabat Kementerian Keuangan menjadi salah satu hal yang berkaitan dengan pencopotannya. Pada saat yang sama, berbagai laporan media mengungkap adanya dinamika internal di lingkungan kementerian, sementara pemerintah menegaskan kewenangan Presiden dalam melakukan pergantian menteri.
Kini perhatian beralih kepada Suahasil.
Publik akan melihat bagaimana ia menjalankan kebijakan fiskal, menyelesaikan pembahasan anggaran, menangani persoalan internal Kementerian Keuangan, serta menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan negara.
Sementara itu, pertanyaan mengenai latar belakang lengkap pencopotan Purbaya masih menjadi bagian dari dinamika politik dan pemerintahan yang terus berkembang.




